OUR NETWORK

Kopi Bisa Menjadi Obat Pencahar, Benarkah?

Kopi Bisa Menjadi Obat Pencahar, Benarkah?
Foto: curiosity.com

Buat Ladies yang hobi minum kopi, tahukah Ladies bahwa minuman yang satu ini kabarnya dapat menjadi obat pencahar karena merangsang pergerakan usus? Benarkah?

Banyak orang percaya bahwa kopi membuat mereka buang air besar dan beberapa dokter mungkin menyarankan orang dengan kondisi usus tertentu untuk menghindari kopi. Meskipun demikian, para peneliti belum mengkonfirmasi teori bahwa kopi membuat kita buang air besar. Meskipun beberapa orang mungkin melaporkan bahwa kopi membuat mereka buang air besar, yang lain tidak mengalami efek yang sama.

Efek pencahar pada kopi

Meskipun para peneliti tidak setuju, ada banyak orang yang percaya bahwa kopi membuat mereka buang air besar. Beberapa orang menggunakan kopi untuk menjaga agar buang air besar mereka teratur. Pada saat yang sama, banyak orang yang hidup dengan sindrom iritasi usus besar (irritable bowel syndrome atau IBS) merasa bahwa kopi justru memperburuk gejala usus mereka.

Beberapa peneliti pun telah mempelajari efek pencahar kopi dan kafein, hasil yang diperoleh saat ini masih saling bertentangan. Beberapa penelitian menunjukkan efek pencahar kopi, sedangkan penelitian lain tidak menunjukan efek tersebut.

Baca juga: Ini Manfaat Kopi Bagi Kesehatan

Mengapa kopi bisa merangsang gerakan usus?

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kopi dapat mengaktifkan bagian-bagian saluran pencernaan, termasuk lambung, kantong empedu, dan usus. Para peneliti telah mencoba mengkonfirmasi efek ini, tetapi penelitian lain menunjukkan bahwa kopi mungkin tidak mempengaruhi pergerakan usus. Beberapa efek yang mungkin diakibatkan oleh kopi ini antara lain sebagai berikut.

1. Stimulasi usus

Sebuah studi yang lebih tua dari tahun 1998 menemukan bahwa kopi berkafein, kopi tanpa kafein, dan makanan 1.000 kilokalori (kkal) menyebabkan lebih banyak kontraksi dalam usus dibanding dengan air biasa. Para peneliti juga menyimpulkan bahwa kopi berkafein merangsang gerakan di usus besar 60% lebih kuat daripada air dan 23% lebih banyak dari kopi tanpa kafein. Efek dari makan 1.000 kkal sama dengan minum kopi berkafein.

Studi lain dengan enam peserta menunjukkan bahwa minum kopi setelah makan dapat membantu perut kosong lebih cepat. Setelah perut kosong, makanan bisa bergerak ke rektum dan merangsang buang air besar. Sebuah tinjauan yang muncul dalam World Journal of Gastroenterology juga menyatakan bahwa kopi berkafein dapat meningkatkan produksi asam di lambung dan pergerakan di usus besar pada beberapa individu. Studi kecil lain dengan 10 peserta mengeksplorasi efek kafein pada fungsi usus besar dan anus. Ditemukan bahwa kafein menyebabkan kontraksi yang lebih kuat di anus dan dubur.

2. Hormon

Kopi juga dapat merangsang pelepasan hormon yang disebut cholecystokinin dari usus. Para peneliti telah menunjukkan bahwa cholecystokinin dapat merangsang pergerakan usus. Meski begitu, sampai saat ini masih belum jelas komponen kopi apa yang merangsang pelepasan hormon ini.

3. Memburuknya gejala IBS

Banyak orang dengan IBS melaporkan bahwa makanan tertentu menyebabkan gejala yang mereka alami dan beberapa mungkin mengalami diare karena kopi. Para peneliti dalam sebuah studi 2016 menyimpulkan bahwa kopi adalah pemicu yang dapat membuat gejala IBS lebih buruk pada beberapa orang. Namun, para peneliti tidak dapat menentukan sifat-sifat kopi yang menyebabkan gejala-gejala ini.

Satu studi dari 2015 meneliti bagaimana orang-orang dengan penyakit radang usus (IBD) merasakan efek kopi pada kondisi mereka. Dari 442 peserta, sebanyak 73% secara teratur mengkonsumsi kopi. Dari mereka yang tidak minum kopi, 62% percaya bahwa kopi membuat gejala usus mereka lebih buruk. Beberapa peserta yang percaya bahwa kopi membuat gejala mereka lebih buruk masih minum kopi.

Baca juga: Ingin Terus Minum Kopi tapi Takut Sakit Lambung? Berikut Tips Mencegahnya

Akan tetapi, sejauh ini para peneliti belum mengkonfirmasi teori bahwa kopi membuat orang buang air besar. Beberapa orang mungkin lebih sensitif terhadap kopi, sementara yang lain mungkin tidak merasakan efek apa pun pada perut mereka dari kopi yang mereka konsumsi. Banyak penelitian yang dilakukan selama ini tentang efek pencahar kopi hanya dilakukan pada kelompok kecil orang. Penelitian lebih lanjut dengan populasi sampel yang lebih besar diperlukan untuk mengkonfirmasi bagaimana kopi dapat mempengaruhi pergerakan usus.

 

Sumber: medicalnewstoday

Comments

Loading...