OUR NETWORK
From Korea With Love Concert

Do & Don’t: Dry Shampoo

Yang terlalu banyak itu nggak baik, ladies. Makan kebanyakan nanti kekenyangan dan malah nggak bisa ngapa-ngapain. Termasuk keramas. Yep, keramas terlalu sering malah nggak bagus juga sebenernya untuk rambut kamu. Well, sebenernya tergantung dari jenis rambutnya juga sih.

Tapi, pernah juga kan ngerasa males banget untuk keramas, padahal rambut udah terasa lepek dan baunya agak nggak sedap? Bisa juga karena bener-bener nggak sempat. Nah salah satu solusi instannya adalah pakai dry shampoo. Kalau diterjemahin emang jadi ‘sampo kering’ ya, soalnya emang cara pakainya tinggal disemprot, nggak usah dibilas, dan rambut bakalan terasa bersih dan segar lagi. Sebelum coba, kamu harus tau dulu nih do and don’ts-nya.

Do!

Jaga jarak

Ternyata jaga jarak itu nggak berlaku dalam hubungan aja. Semprotkan dry shampoo sekitar 10 inchi atau 25cm dari akar rambut kamu. Kenapa harus agak jauh? Supaya produknya nggak ngumpul di satu titik aja.

Blend

Setelah disemprotkan, rambut kamu bakalan kelihatan kayak ketutupan bubuk putih. Nggak usah panik, emang gitu. Biarkan formula ini bertahan di rambut kamu selama beberapa detik. Setelah itu cukup di-blending aja menggunakan ujung jemari kamu. Selain bikin menghilangkan sisa produk yang kayak bubuk putih itu di rambut kamu, ini juga membantu rambut jadi lebih bervolume dan bertekstur. Atau kamu lebih suka pakai sisir biar sekalian ditata? Nggak masalah…

 Ganti varian

 Dry shampoo tersedia dalam berbagai varian, dari yang spray aerosol sampai yang bedak bubuk. Fungsinya kurang lebih sama, bentuk produknya aja yang beda. Tinggal cari varian yang cocok buat kamu. Misalnya mau yang lebih powdery karena rambut kamu berminyak banget atau mau yang bikin rambut kamu jadi super bervolume.

Tambahkan essential oil

Kalau kamu mau bikin rambut kamu wangi, tambahin beberapa tetes essential oil di bagian tengah dan ujung rambut setelah pakai dry shampoo. Tapi sekarang banyak juga sih dry shampoo yang udah punya berbagai macam varian harum. Atau bisa juga pakai sedikit hair fragrance.

Don’t!

Pakai di rambut yang basah

Jangan mentang-mentang abis keujanan terus mikir “Hmm sekalian sampoan aja pakai dry shampoo.” No, ladies. That’s now how it works. Namanya aja dry shampoo ya kan…

Terlalu sering

Biar bagaimanapun, rambut kamu perlu dicuci dengan cara tradisional, alias keramas seperti biasa. Rambut kelihatan bersih dan segar bukan berarti kamu nggak perlu mencucinya. Misalnya setiap minggu kamu keramas 3 kali, tapi saking nggak sempatnya yang 2 digantikan dengan dry shampoo. Ketika akhirnya keramas beneran, pastikan kamu mencucinya dengan menyeluruh ya, ladies. Takutnya ada produk yang tertinggal di kulit kepala kamu.

Kalau tiba-tiba kehabisan padahal lagi hair emergency banget, kamu bisa pakai bedak bayi. Yep, bedak tabur yang wanginya lembut itu loh. Tuang sedikit dan ratakan di rambut kamu untuk membantu menyerap minyak. Oh iya kalau kulit kamu termasuk sensitif, ada baiknya dicoba dulu di bagian lain seperti tangan. Kalau udah terbukti nggak ada reaksi alergi, baru deh pakai di rambut kamu.

 
 

Must Read

Related Articles