OUR NETWORK
Geomedia - JFK 2022

Cek Tekanan Darah Secara Teratur dan Kendalikan Hipertensi

World Hypertension Day (WHD) 2022 kembali diperingati di Indonesia dan di dunia pada hari ini, 17 Mei. WHD kembali mengusung tema “Measure your blood pressure, control it, live longer” yang menekankan pentingnya mengukur dan mengendalikan tekanan darah. Tema ini terus dikumandangkan karena prevalensi hipertensi di dunia, termasuk di Indonesia sampai saat ini masih tinggi. Makanya, kesadaran terhadap hipertensi tetap menjadi isu global yang penting.

Menurut survei tahun 2018, prevalensi hipertensi di Indonesia berada di angka sekitar 34%. Angka ini tidak berubah dari angka yang didapat dari survei tahun 2007. Kasus baru hipertensi disebabkan oleh beberapa faktor seperti diabetes melitus, kegemukan, konsumsi garam yang tinggi, dan merokok.

Dalam Virtual Press Conference pada Selasa (17/5) pagi, dr. Erwinanto, Sp.JP (K), FIHA, FasCC, Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi atau Indonesian Society of Hypertension (InaSH) mengatakan pentingnya mengendalikan tekanan darah. Bukan hanya bagi penderita hipertensi, individu yang tidak menderita hipertensi juga dihimbau untuk secara rutin mengecek tekanan darah. “Bukti penelitian yang ada secara konsisten memperlihatkan bahwa penurunan tekanan darah bagi pasien hipertensi menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, stroke, dan gagal ginjal yang selain berhubungan dengan tingkat kematian tinggi juga menghabiskan biaya terbesar dari penyakit katastropik di Indonesia.”

Ia melanjutkan pemaparannya, “Setiap peningkatan tekanan darah sebesar 20/10 mm Hg, dimulai dari tekanan darah 115/75 mm Hg, berhubungan dengan peningkatan kematian akibat penyakit jantung koroner dan stroke sebesar 2 kali.” Peningkatan tekanan darah ternyata juga meningkatkan kejadian penyakit ginjal secara bermakna, Ladies. Selain itu, Survey May Measurement Month yang dilakukan Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia pada tahun 2017 menunjukkan hanya 52,5% penyandang hipertensi yang minum obat penurun tekanan darah.

Penderita hipertensi dapat mengendalikan tekanan darah dengan beberapa cara seperti perubahan gaya hidup dengan atau tanpa terapi obat.

Sementara individu yang tidak menderita hipertensi, terapi perubahan gaya hidup dapat menjadi usaha pencegahan. Terkesan sepele, sebenarnya tekanan darah berdampak signifikan, Ladies. Peningkatan tekanan darah adalah faktor risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, stroke, dan ginjal. Menurut dr. Djoko Wibisoni, SpPD-KGH, Sekretaris Jenderal InaSH, hipertensi yang tidak dikendalikan dan tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan kematian akibat kerusakan organ.

Sementara itu dr. Eka Harmeiwaty, Sp.S, Wakil Ketua InaSH menyampaikan hasil survei yang dilakukan pada tahun 2018. Bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI, survey menunjukan pada sampel 68.846 orang dengan rentang usia rata 45 ± 16,3 tahun ditemukan 27.331 orang (30,8 %) adalah hipertensi. “Angka ini lebih rendah dari survei tahun 2017 yaitu 34,5%, hal ini disebabkan pada survei tahun 2018 terdapat 18,6 partisipan berusia 18-29 tahun. Dalam kelompok hipertensi hanya 13.018 (47,6 %) yang menyadari adanya hipertensi dan hanya 47,4 % yang mengkonsumsi obat anti hipertensi. Survei juga menunjukan target pengobatan tidak tercapai pada 10.106 pasien (78,0 %). Dengan kondisi di Indonesia seperti ini tidak heran bila insiden penyakit jantung koroner, stroke, dan gagal ginjal masih tinggi.”

Hipertensi dipengaruhi oleh faktor genetik dan usia. Namun, ada faktor risiko lain yang dapat dihindari. Caranya dengan menanamkan gaya hidup sehat sejak dini yang dilakukan dalam keluarga dan melalui edukasi di sekolah. Pertambahan usia juga meningkatkan risiko hipertensi, yang umumnya meningkat tajam pada usia 45 tahun. Kamu bisa melakukan pengukuran tekanan darah di fasilitas kesehatan atau secara mandiri di rumah atau di komunitas tertentu. Home Blood Pressure Monitoring (HBPM) atau Pengukuran Tekanan Darah di Rumah (PTDR) sangat membantu mendeteksi hipertensi jas putih, yaitu peningkatan tekanan darah saat diukur di klinik atau RS namun saat dilakukan pengukuran di luar klinik didapatkan tekanan darah normal.

Yuk, cek dan pantau terus tekanan darah, serta beralih ke gaya hidup yang lebih sehat, Ladies!

Must Read

Related Articles