OUR NETWORK

10 Tanda Bahwa Kamu adalah Seorang Over-Thinker

10 Tanda Bahwa Kamu adalah Seorang Over-Thinker

Mungkin Ladies meyakini bahwa setiap orang memiliki pilihan yang melimpah serta kesempatan yang tidak ada habis-habisnya. Apabila Ladies adalah seorang over-thinker, maka Ladies bisa saja terjebak di dalam pilihan dan kesempatan tersebut dan melupakan tujuan hidup Ladies sesungguhnya. Nggak yakin? Well, kalau punya 10 tanda ini besar kemungkinan kamu adalah seorang over-thinker.

Berpikir secara mendalam memang bagus, tetapi ingat, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Over-thinking akan membuat Ladies mengkhawatirkan hal yang belum terjadi, atau bahkan tidak akan terjadi. Akibatnya, Ladies bisa menjadi stress dan galau padahal belum tentu loh kekhawatiran tersebut nyata ada.

Satu lagi nih yang perlu Ladies waspadai. Terkadang, para pelaku over-thinker tidak menyadari bahwa mereka adalah seorang over-thinker. Wah… gawat juga ya. Berarti bisa saja nih Ladies ternyata termasuk over-thinker tetapi tidak sadar sehingga tidak tahu cara menghentikannya. Oleh sebab itu, yuk simak ulasan mengenai ciri-ciri over-thinker sehingga Ladies dapat mencegah segala sesuatunya agar tidak semakin buruk.

1. Ada makna di balik segala hal, bahkan hal sesepele apapun.

Mungkin Ladies pernah berpapasan dengan seseorang yang Ladies kenal, tetapi kenalan Ladies tersebut tidak menyapa, atau bahkan melakukan kontak mata. Apabila Ladies seorang over-thinker, Ladies akan memikirkan alasan orang tersebut tidak menyapa dan melakukan kontak mata, seperti “Kok dia nggak nyapa aku ya? Apa dia marah? Kesel? Kecewa? Padahal aku nggak ngapa-ngapain? Apa gara-gara gurauan aku di Twitter lantas dia jadi baper?”. Atau, apabila Ladies menerima chat pendek atau tanpa emoji dari pasangan, Ladies langsung curiga bahwa dia sedang marah, bad mood, atau bahkan selingkuh! Wow, Ladies, calm down. Berhentilah menganalisis segalanya dan berprasangka buruk. Bisa saja kan teman Ladies tersebut hanya sedang sibuk sehingga tidak sempat memerhatikan kondisi sekitar.

2. Kenapa, kenapa, kenapa?

Berkaitan dengan poin pertama, para over-thinker biasanya tidak puas dengan penjelasan yang tampak dangkal dan superfisial. Sifat ini memang tidak selalu jelek sebab dengan mengorek informasi terdalam, maka akar permasalahan dapat terselesaikan. Namun, sifat ini bisa sangat merepotkan karena terkadang ada hal-hal yang memang tidak memiliki makna mendalam. Alhasil, Ladies merepotkan diri sendiri karena memperumit hal yang sebetulnya amat sederhana.

3. Lebih banyak berpikir daripada bertindak.

Apakah Ladies pernah mendengar istilah analysis paralysis? Istilah tersebut merujuk pada kondisi Ladies berpikir terlalu banyak tetapi pada akhirnya tidak melakukan apapun. Misalnya, Ladies dihadapkan pada banyak sekali tugas. Mungkin Ladies akan memikirkan serta membandingkan berbagai strategi agar dapat menyelesaikan tugas tersebut agar selesai tepat waktu dan memiliki hasil terbaik. Hasilnya, waktu Ladies habis untuk berpikir dan berpikir, tanpa sempat bertindak.

4. Sulit untuk mengikhlaskan sesuatu.

Seorang yang over-thinker akan terjebak dalam pikiran mengenai kegagalannya tersebut. Oleh sebab itu, biasanya sangat sulit bagi para over-thinker untuk merelakan atau mengikhlaskan sesuatu. “Harusnya aku nggak gini”, “Harusnya aku melakukan itu”, “Kalau pada saat itu aku begini, hasilnya pasti lebih baik”, “Kalau dia sama aku, dia pasti lebih bahagia”, “Kalau pada saat itu aku nggak begini, dia pasti nggak akan meninggalkan aku”, dan seterusnya. Duh, menyusahkan diri sendiri banget ya … ☹

5. Sabar.

Yup, para overthinker biasanya memiliki kesabaran karena kecenderungannya untuk memikirkan segala sesuatu dengan detail dan melakukan segala hal dengan rasa nyaman.

6. Ingin mempersiapkan segalanya dengan sangat rapi, dan teratur.

Over-thinker memiliki sifat yang perfeksionis. Misalnya, sebelum ujian, Ladies akan mempersiapkan segalanya dengan detail hingga ke bagian terkecil sekalipun. Bagus? Tentu saja. Namun jika berlebihan dan sampai-sampai membuat Ladies harus menunda aktivitas lain yang sama pentingnya, berarti harus ada yang diubah.

7. Selalu mencari informasi baru.

Poin keenam ini tampaknya tidak ada masalah. Informasi baru mengenai keluarga, teman, dan perkembangan dunia akan membantu Ladies beradaptasi dengan kemajuan zaman. Namun jika pencarian informasi ini dilakukan seperlunya. Bila sampai mendistraksi aktivitas kehidupan lain, duh… kurang-kurangi deh Ladies.

8. Segalanya harus benar dan tepat.

Saat segala sesuatunya tidak dalam posisi yang benar dan tepat, maka Ladies akan segera melancarkan kritik. Lagi-lagi, sifat ini memiliki nilai plus dan minus. Nilai plusnya, Ladies akan selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik dalam segala hal. Nilai minusnya, Ladies sulit mengakui bahwa diri Ladies memiliki kekurangan, sebagaimana manusia pada umumnya, dan akhirnya membebani diri sendiri terlalu berat.

9. Berasumsi bahwa semua orang tahu isi pikiran Ladies.

Poin ini cukup penting untuk diatasi sebab Ladies akan marah-marah sendiri tanpa memahami kondisi yang sebenarnya. Tidak semua orang mampu untuk mengetahui isi pikiran Ladies apabila tidak ada komunikasi. Memang ada orang-orang tertentu, seperti orang tua, saudara, atau sahabat, yang dapat mengetahui pikiran Ladies dari sikap dan perilaku. Akan tetapi, tidak semua orang memiliki kemampuan secanggih itu.

10. Berpikir kritis.

Poin kesepuluh ini adalah salah satu keunggulan dari over-thinker, yaitu kemampuan untuk menemukan solusi alternatif bagi masalah rumit, yang tidak pernah orang pikirkan sebelumnya. Namun, sifat ini bisa membuat Ladies tidak puas pada solusi yang sederhana. Atau, bisa juga membuat Ladies hanya duduk diam saat pikiran Ladies berpikir dalam untuk menginvestigasi permasalahan hidup.

Over-thinking tidak selalu jelek sebab sebagian besar penemu, pengusaha, dan filsuf adalah orang yang gemar memikirkan segalanya secara mendalam. Namun, harus Ladies pahami bahwa menjadi over-thinker akan membuat Ladies membatasi, dan bahkan mengisolasi diri sendiri. Ubah kebiasaan over-thinking yang Ladies miliki menjadi deep thinking. Kalau sudah merasa kamu mempertimbangkan hal-hal yang di luar batas, ingatkan dirimu sendiri.

Setelah melihat sepuluh ciri di atas, Ladies dapat memahami keunggulan dan kelemahan overthinker. Nah, berarti Ladies bisa menyeimbangkan level overthinking Ladies dan hanya mengambil sisi positifnya saja. Selamat mencoba, Ladies!

Sumber: Lifehack, Foto cover: shutterstock.com

Comments

Loading...