OUR NETWORK

Gali Sejarah Dangdut Koplo yang Selalu Bikin Ingin Goyang, Yuk!

Gali Sejarah Dangdut Koplo yang Selalu Bikin Ingin Goyang, Yuk!
Foto: msn.com

Sekarang ini siapa yang tidak kenal dengan Via Vallen ataupun Nella Kharisma? Alunan musik dangdut koplo seakan langsung terngiang di kepala saat mendengar kedua nama pedangdut kondang asal Jawa Timur tersebut. Banyak lagu-lagu, baik cover ataupun ciptaan sendiri yang membuat kedua nama pedangdut tersebut makin kondang. Lalu sebenarnya, bagaimana sejarah dangdut koplo sendiri?

Akar dari Dangdut Koplo yang Makin Kondang

Gali Sejarah Dangdut Koplo yang Selalu Bikin Ingin Goyang, Yuk!
Foto: YouTube.com

Sebelum membahas dangdut koplo, mari kita bahas terlebih dahulu akarnya, yakni dangdut itu sendiri di Indonesia. Dangdut berasal dari orkes Melayu yang nuansanya sangat dipengaruhi musik populer Timur Tengah dan India. Dengan segala kekhasan yang dimiliki oleh dangdut, musik ini mulai dikenal pada 1950-1960. Kala itu, muncullah musisi-musisi seperti halnya Ellya Khadam, Munif Bahasuan, dan A. Rafiq.

Tidak hanya itu saja yang bikin musik dangdut makin kondang di berbagai penjuru negeri. Raja Dangdut, Rhoma Irama dengan segala ciri khas yang dimilikinya, juga membuat musik yang identik dengan gendang dan sulingnya ini makin terkenal saja. Selain konser-konser, ia juga kerap membawakan lagu-lagunya ke berbagai film yang dimainkannya.

Sampai akhirnya di tahun 1980-an dan 1990-an, dangdut yang awalnya selalu identik dengan Melayu dan India perlahan menjadi sesuatu yang Nasional. Lalu era 2000-an, Dangdut bertransformasi menjadi sesuatu hal berbau kedaerahan atau etnik. Berkembanglah berbagai aliran dangdut itu sendiri di berbagai daerah. Seperti halnya di Jawa Timur ini muncullah dangdut koplo.

Awal Mula Munculnya Dangdut Koplo

Gali Sejarah Dangdut Koplo yang Selalu Bikin Ingin Goyang, Yuk!
Foto: Beritagar.id

Ternyata, dangdut koplo tidak serta merta ada. Munculnya karena banyak penikmat dangdut yang sudah mulai jenuh dengan musik dangdut asli. Karena hal itulah musisi di Jawa Timur, terutama di pesisir Pantura mengembangkan dangdut koplo. Beda dangdut koplo dan dangdut asli adalah penambahan kendang kempul, yaitu musik etnik dari Banyuwangi, Jawa Timur.

Awalnya, dangdut koplo hanya kondang di Jawa Timur saja, namun beberapa tahun kemudian sudah meluas ke berbagai tempat, seperti halnya Jogja dan beberapa kota lainnya di Indonesia. Yang membuat popularitas musik koplo di Indonesia makin terkenal adalah fenomena goyang ngebor Inul Daratista yang sempat bermasalah dengan Rhoma Irama.

Baca juga: Kebebasan Ekspresi Terancam, Musisi Kompak Tolak RUU Permusikan

Pro kontra yang terjadi pada dangdut koplo malah membuat artis-artis lainnya bermunculan. Sebut saja Uut Permatasari, Anisa Bahar, Dewi Persik, Trio Macan dan masih banyak lagi yang lainnya. Bahkan dengan segala kontroversi yang ada, musik koplo sekarang ini makin berjaya. Bahkan, Via Vallen dan Nella Kharisma makin dielu-elukan.

Nama Pedangdut Koplo Makin Moncer

Gali Sejarah Dangdut Koplo yang Selalu Bikin Ingin Goyang, Yuk!
Foto: kolase MeraMuda

Bisa dibilang, di antara penyanyi koplo yang ada di Tanah Air, nama Via Vallen dan Nella Kharisma menjadi yang paling populer. Via Vallen dengan lagu berjudul ‘Sayang’, sementara Nella Kharisma dengan ‘Jaran Goyang’. Tidak hanya lagu-lagunya saja yang bisa berhasil membuat banyak orang bergoyang, tapi juga senggakan atau sorakan usil seperti halnya “Hak e hak e, buka sitik joss!” yang menyelip di lagu membuat dangdut koplo makin diminati.

Bahkan di tahun 2018 yang lalu, dangdut koplo seperti mencapai keemasannya kala Via Vallen didapuk menjadi penyanyi lagu resmi Asian Games 2018 yang berjudul ‘Meraih Bintang’. Tentu saja bukan tanpa alasan Via Vallen didapuk untuk menyanyikan lagu tersebut. Salah satunya alasannya tentu saja karena Via Vallen dianggap masuk ke semua elemen masyarakat, dan sekarang dangdut koplo makin digemari di berbagai lapisan.

Bagaimana Ladies, apakah kamu juga merupakan salah satu penikmat dangdut koplo? Kalau iya, apa lagu yang paling kamu gemari?

Sumber: Kompasiana, Wikipedia, Tirto, Nakita, Kompas

Comments