OUR NETWORK

Mengapa Orang Melakukan Bullying? Rupanya Ini Alasannya

Teens Bullying the Nerd

Perlakuan mem-bully atau bullying makin sering terjadi. Tindakan tidak terpuji ini terjadi tak hanya di bangku sekolah saja. Ya, bullying juga terjadi di lingkungan kerja bahkan keluarga. Akibatnya tak bisa dipandang sebelah mata, mulai dari anak tak mau sekolah hingga berujung kematian yang nahas. Hingga baru-baru ini, kasus mahasiswa di salah satu universitas di daerah Depok yang menjadi viral karena mem-bully teman satu jurusannya yang mengidap autisme. Ini bikin penasaran, mengapa orang melakukan bullyingApa penyebabnya?

Simak alasan mengapa seseorang sampai tega melakukan bullying pada orang lain bahkan mereka yang berkebutuhan khusus berikut ini.

Ingin mengambil kendali dan dianggap paling berkuasa

Biasanya nih, Ladies, orang yang suka bullying pasti jadi yang paling terkenal di daerah atau wilayah tersebut. Perlakuan menggertak orang lain pun dilakukan untuk mendapatkan pengakuan dan agar dianggap paling berkuasa. Gertakannya pun ada beberapa wujud, diantaranya mengancam hingga melakukan kekerasan fisik. Merasa paling ditakuti menjadi bahan bakar untuk para pem-bully melakukannya ke banyak orang terutama mereka yang dianggap minoritas di sekitarnya.

Ingin mendapat perhatian lebih dari lingkungan di sekelilingnya

Orang mencari perhatian ada banyak caranya, salah satunya dengan bullying. Mengejek atau mengolok keunikan seseorang di depan orang banyak. Pelakunya bakal merasa makin senang dan makin menjadi jika orang di sekelilingnya ikut menyaksikan bahkan memberi tanggapan seperti ikut tertawa melihat teman yang satu mengejek keunikan yang dianggap sebagai kekurangan. Jadi, meskipun tidak mem-bully secara langsung, jika kamu ikut menertawakan teman yang diejek karena kekurangannya berarti kamu termasuk juga pelaku bullying.

Mengalami stress dan trauma

Pelaku bullying bukan berarti orang itu paling kuat sedunia. Rupanya di balik itu, orang yang suka mem-bully punya kenangan pahit yang bikin dia jadi suka menindas orang lain. Trauma yang dialaminya di masa lalu seperti pernah menjadi korban kekerasan atau menjadi korban bullying membuat ia melampiaskannya pada orang lain dengan berbalik menjadi pelaku. Ini dilakukan untuk membayar sakit hatinya serta untuk menjadikannya lebih kebal.

Berasal dari keluarga broken home

Beberapa penelitian psikologi menunjukkan bahwa kebanyakan (tapi tidak selalu ya) para pelaku bullying adalah mereka yang datang dari keluarga broken home. Ketidakharmonisan dalam keluarga membuat pelaku kurang perhatian dan kasih sayang. Itulah yang menyebabkan ia mencari perhatian di luar dengan cara yang salah yakni dengan mem-bully orang. Hal ini juga bisa menjadi pemicu lain yakni trauma dan stress yang dilampiaskan dalam bentuk bullying.

Menghentikan dan membantu korban ataupun pelaku bullying bukan hanya tugas orang tua dan guru semata, Ladies. Kita sebagai warga masyarakat juga sebaiknya nggak tinggal diam jika melihat tindakan bullying. Makanya MeraMuda senang kasus di Depok tersebut jadi viral, dalam artian kasus ini bisa jadi pelajaran untuk para pelaku bullying tersebut dan juga yang lainnya.

Sumber: Liputan6, Foto cover: Huffington Post

Comments