OUR NETWORK

Hadiri Pameran Peringatan Legenda Chanel Karl Lagerfeld, Gigi Hadid Kenakan Fashion Bergaya Androgyny Chic

Hadiri Pameran Peringatan Legenda Chanel Karl Lagerfeld, Gigi Hadid Kenakan Fashion Bergaya Androgyny Chic
Foto: stylecaster.com

Untuk menunjukkan penghormatannya pada mendiang desainer Chanel, Karl Lagerfeld, Gigi Hadid mengenakan fashion bergaya androgyny chic ketika menghadiri pameran Karl Lagerfeld: The White Shirt Project. Pameran yang diselenggarakan selama Paris Fashion Week (PFW) Rabu lalu ini merupakan bentuk penghormatan atas karya dan hidup dari Karl Lagerfeld.

Malam itu, the catwalk queen, tampil dengan percaya diri bersama beberapa sosok. Seperti Kaia Gerber, Karlie Kloss dan Anna Wintour dari Vogue dalam acara khusus di ibukota Prancis. Pada acara ini, supermodel Gigi Hadid menampilkan ikon fesyen khas Karl melalui penggunaan blazer panjang dengan garis yang tajam dipadu dengan sepasang straight-leg trousers, dan kemeja putih kebesaran. Tanpa mengenakan dasi klasik sebagaimana yang biasa dikenakan dalam paduan fashion ini, Gigi tampak mengesankan tampilan yang santai, namun tetap tegas dan elegan.

Selain itu, Gigi juga menambahkan sentuhan warna pada pakaian monokromnya melalui penggunaan anting-anting tunggal yang berwarna-warni.

Sementara, rambutnya ia tata menjadi sanggul ramping untuk menonjolkan atribut lain yang melekat pada tubuhnya. Seperti yang tampak pada bentuk sharply-winged eyeliner dan lipstik berwarna merah bold yang menjadi highlight tampilannya malam itu.

Hadiri Pameran Peringatan Legenda Chanel Karl Lagerfeld, Gigi Hadid Kenakan Fashion Bergaya Androgyny Chic
Foto: dailymail.co.uk
Hadiri Pameran Peringatan Legenda Chanel Karl Lagerfeld, Gigi Hadid Kenakan Fashion Bergaya Androgyny Chic
Foto: dailymail.co.uk

Desainer fashion legenda ini telah dikenal secara luas dengan rombakannya atas French luxury house Chanel. Dengan paduan dua tweed, menjadi sebuah fashion cutting-edge yang serupa dengan smudged eyeliner, show-stopping couture dan futuristic minis.

Pada tahun 1967, Karl direkrut oleh Fendi untuk memodernisasi lini fur mereka. Ini terbukti sukses ketika ia mulai menggunakan bulu tikus mondok, kelinci, dan tupai sebelum ia meninggalkan merek tersebut hingga kematiannya. Ketika ia mengambil alih kepemimpinan Chanel pada tahun 1983, ia mengalihkan fokus pada wewangian dan aksesori, serta memperbaharui karya heritage-nya. Ia menyuntikkan kehidupan yang sangat dibutuhkan ke dalam jalur couture setelah kematian pendiri legenda Coco Chanel. Pada tahun 2019, ia membuat A-list yang melibatkan Keira Knightley, Kristen Stewart dan Chanel yang kemudian menghasilkan sekitar $10 miliar per tahun.

Selain menghadiri pameran ini, Gigi disibukkan untuk menunjukkan kemampuannya dalam bermodel selama Fashion Weeks Internasional yang diselenggarakan selama September.

 

Sumber: Dailymail.co.uk

Comments

Loading...