OUR NETWORK
Geomedia - JFK 2022

Gelar Ideafest 2021, FAB Ajak Gen Z dan Millenial Kembangkan Usaha Kreatif Melalui Y Program

Popularitas ekonomi kreatif semakin melejit di kalangan para pebisnis. Terbukti dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan, kontribusi subsektor ekonomi kreatif pada PDB nasional mencapai Rp 1.211 trilliun. Sebanyak 8,2 juta di dalamnya di dominasi oleh usaha kuliner, fashion, dan kriya. Namun, angka ini masih belum menunjukkan seluruh kreativitas anak bangsa. Untuk itu, Fantastis Anak Bangsa (FAB) mengajak generasi muda untuk mengembangkan kreativitas hingga merealisasikannya melalui festival kreatif Ideafest 2021 sepanjang 18-28 November 2021.

Festival ideafest diperuntukkan untuk menjadi rumah wawasan atas bakat kreatif dari semua keahlian dan pengalaman, yang dapat mendorong ide-ide kreatif ke depannya.

Selain itu, Ideafest juga menghubungkan komunitas dan membangun jaringan kreatif guna menciptakan kolaborasi, yang diharapkan dapat mengembangkan dan mendorong anak muda untuk menciptakan ide-ide kreatif dan inovatif.

Pada pelaksanaan festival tersebut, CEO FAB, Fritz B. Tobing, juga hadir dan ikut berbagi cerita mengenai platform bisnis kreatif yang dibangunnya. Dalam hal ini, ia menekankan tujuan utamanya untuk menciptakan ekosistem industri kreatif di Indonesia melalui platform tersebut.

Gelar Ideafest 2021, FAB Ajak Gen Z dan Millenial Kembangkan Usaha Kreatif Melalui Y Program
Sumber: FAB

“Dengan FAB platform bisnis kreatif, para pengusaha kreatif anak bangsa yang terkoneksi di dalamnya bisa memperoleh sejumlah bantuan. Di antaranya, dukungan teknologi, pendampingan, pendanaan, sumber daya, hingga jaringan bisnis. Dengan demikian, akan semakin cepat terbentuk ekosistem bisnis kreatif yang besar dan solid. Tentunya, dengan terbentuknya ekosistem yang seperti itu, otomatis dapat mendorong roda perekonomian bangsa,” jelas Fritz dalam sesi talkshow Ideafest bertajuk The Young is Not The Future, yang digelar secara virtual pada (27/11).

Adapun jangkauan anak muda yang dimaksud FAB dirujuk dari data terbaru BPS mengenai demografi usia produktif. Dari data tersebut diketahui, jumlah usia produktif didominasi oleh Gen Z (kelahiran 1997-2012) sebesar 27,94% dan Millenial (kelahiran 1981-1996) sebanyak 25,87%. Dengan kata lain, kedua generasi inilah yang secara khusus diajak FAB kaum muda untuk menumbuhkan aspirasi dan merealisasikan mimpi mereka.

“Peran mereka itu bukan nanti, tapi sekarang. Terutama, dalam mendukung kemajuan ekonomi bangsa. Anak muda itu kunci masa kini,” tegasnya.

Perbedaan besar generasi muda sekarang dibandingkan dengan generasi sebelumnya, bagi Fritz, ada pada akses dan pilihan. Generasi muda sekarang memiliki banyak kemudahan dalam memilih, termasuk edukasi dan profesi.

“Mereka diuntungkan dengan banyaknya pilihan dan kesempatan. Tapi pada saat yang bersamaan, mereka diberikan tanggung jawab besar bahwa mereka tidak hanya berperan untuk nanti, tapi juga saat ini. Oleh karena itu, anak muda perlu didorong ke arah yang benar. Anak muda juga harus memiliki inisiatif yang tinggi untuk mulai menjadi entrepreneur,” ucapnya.

Senada dengan Fritz, Pembina Y sekaligus Co-Founder dan Business Director AmbilHati, Sandru Emil, juga mengaku kagum dengan karakteristik anak muda zaman masa kini. “Anak muda sekarang berani mengambil resiko. Mereka juga optimistik. Buktinya, banyak startup dan unicorn yang berhasil dipimpin oleh anak muda,” ungkapnya.

Sayangnya, menurut Sandru, young entrepreneur di Indonesia ini masih kesulitan untuk mengelola bisnis dengan efektif di saat mereka memiliki modal ide besar dan semangat. Akibatnya, ide besar tersebut tak dapat terealisasikan. “Entrepreneur itu end-to-end, semuanya harus dilakukan,” tegasnya.

Gelar Ideafest 2021, FAB Ajak Gen Z dan Millenial Kembangkan Usaha Kreatif Melalui Y Program
Sumber: 3csoftware.com

Merespon hal tersebut, FAB menghadirkan Young Creative Entrereneur Program yang disingkat menjadi Y program.

Program yang tersedia dalam platform FAB ini menyediakan berbagai dukungan untuk anak muda yang baru memulai atau menjalankan usaha kreatifnya. Adapun, sejumlah dukungannya berupa, mentorship atau pendampingan, pengetahuan dalam membangun usaha, serta jaringan usaha yang berada di dalam ekosistem FAB.

“Melalui platform Y, mereka akan kami persiapkan sebagai pengusaha muda terbaik di bidang kreatif. Kami memberikan fundamental dari sisi finansial, serta bagaimana mengelola dan menumbuhkan bisnis mereka,” jelas Sandru. Ia menambahkan, sejak peluncurannya akhir Oktober 2021 lalu, di dalam platform Y telah bergabung Katch, Basement, BSKSBT, dan Mooilux.

Berdiri pada tanggal 28 Oktober 2021, Katch telah menjadi salah satu contoh realisasi mimpi usaha kreatif anak muda melalui Y program. Didirikan oleh tiga orang, usaha yang memiliki keunikan woman driven creative agency ini telah mencetak prestasi melalui perolehan banyak penghargaan kreatif.

“Di awal bergabung, kami mendapatkan mentorship dan pendampingan bahwa kami harus mempunyai keunikan ketika membangun agency. Jadi, tujuannya jelas, target kemana, siapa dan sebagainya,” ucap Co-Founder & Creative Director Katch, Nabyl Farizi.

Pada prosesnya, Nabyl menjelaskan bahwa ia mendapatkan insight atas keunikan usahanya dari alur dan pola keputusan konsumsi keluarga dalam rumah tangga. Dalam hal ini, perempuan memiliki peran besar dalam memutuskan terjadinya transaksi pembelian barang atau tidak, serta menentukan produk ataupun brand yang dipilih. Dalam kurun waktu dua bulan, Katch kini sudah menangani brand-brand milik Orangtua Group, Enfagrow, dan BurgerKing.

Lebih jauh lagi, Nabyl mengaku menyukai konsep yang ditawarkan Y program. Pada pelaksaannya, ia bersama tim dibina dan didampingi secara keseluruhan oleh para pembina. Di antaranya, berkenalan dengan klien, dibantu mencari solusi menghadapi masalah saat menangani klien. “Di Y, kami bisa bertanya kepada para kakak pembina. Hal lainnya, kami juga dibantu, karena Y program mengedepankan kolaborasi. Ini penting, untuk kami yang masih dalam tahap belajar,” jelasnya.

Sumber: FAB

Must Read

Related Articles