OUR NETWORK

SOS Children’s Villages Indonesia Gelar Kilas Balik Run to Care Cibubur-Lembang pada Agustus 2020

SOS Children’s Villages Indonesia Gelar Kilas Balik Run to Care Cibubur-Lembang pada Agustus 2020

Pada tanggal 20-21 Agustus 2020, SOS Children’s Villages menyelenggarakan kilas balik lintasan 155 kilometer Cibubur-Lembang dengan elevasi tanjakan 3.000 meter. Mengikuti arahan pemerintah, kegiatan yang diselenggarakan di tengah pandemi corona tersebut dilakukan dengan protokol Covid-19. Seluruh pihak yang berpartisipasi melakukan prosedur kesehatan virus corona seperti halnya menggunakan masker, mencuci tangan, melakukan physical distancing dan lain sebagainya.

Throwback Run to Care 2017

Kegiatan tersebut merupakan kilas balik lintasan Run to Care Cibubur-Lembang yang diselenggarakan pada tahun 2017 yang lalu dengan konsep Village to Village yang juga diadakan oleh SOS Children’s Villages. Acara tersebut merupakan lari amal yang mengusung misi kebaikan dengan tagar #TogetherForChildren dengan melakukan ultra marathon sejauh 150 kilometer. Pesertanya datang dari berbagai kalangan, Ladies. Dan mereka tidak hanya berlari namun juga melakukan penggalangan dana pendidikan untuk 5.500 anak yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia. Mulai dari Aceh, Meulaboh, Medan, Jakarta, Bogor, Lembang, Jogjakarta, Semarang, Bali, Palu, dan juga Flores.

Hanya Memiliki Dua Peserta

SOS Children’s Villages Indonesia Gelar Kilas Balik Run to Care Cibubur-Lembang pada Agustus 2020

Beda perayaan tahun ini dengan tiga tahun lalu adalah pesertanya hanya dua orang saja. Yakni Hendra Siswanto dan William Lesmana. Keduanya merupakan pelari tercepat di Indonesia. Hendra Siswanto merupakan pelari yang pernah menjuarai acara Kompas Tambora Challenge 320K pada tahun 2019 dengan catatan waktu 55 jam 56 menit. Tidak hanya itu saja, Hendra juga merupakan pelari yang sudah banyak mengantongi juara, baik marathon atau full marathon. Ia juga merupakan sosok pelari yang dikenal cakap dalam membuat analisis dan strategi untuk persiapan lari jarak jauh yang dilakukannya.

SOS Children’s Villages Indonesia Gelar Kilas Balik Run to Care Cibubur-Lembang pada Agustus 2020

Sementara William Lesmana sendiri juga bukan orang baru dalam dunia lari Indonesia. Ia juga merupakan kawan dekat dari Hendra Siswanto yang menjadi Top Finisher dan peraih podium di berbagai acara ultra marathon di Tanah Air atau mancanegara. Salah satu capaian terbaiknya adalah menjadi Finisher di UTMB (Ultra-Trail du Mont-Blanc), yakni sebuah acara kelas dunia untuk trail-running.

Kedua sosok tersebut pertama kali dipertemukan di acara Run to Care 2017 itu. Di mana Hendra menjadi First Finisher Run dengan catatan waktu 23 Jam 36 menit. Sementara William sebagai Second Finisher dengan waktu 29 jam 20 menit. Sejak saat itulah, keduanya menjadi dekat.

Memecahkan Rekor Run to Care Sebelumnya

SOS Children’s Villages Indonesia Gelar Kilas Balik Run to Care Cibubur-Lembang pada Agustus 2020

Dalam momen kilas balik lintasan 155 kilometer Cibubur-Lembang ini, Hendra dan juga William menantang dirinya dengan berkomitmen untuk mengalahkan rekor waktu yang diciptakan tahun 2017 lalu. Dengan target bisa melintasi 155 kilometer dalam waktu 24 jam. Sembari berlari, kedua pelari handal tersebut turut mengajak orang-orang untuk berdonasi memberikan pendidikan anak-anak SOS Children’s Villages lewat: runtocare.com/24jam. Live donation tersebut dibuka selama 24 jam, dan orang-orang bisa mengirimkan pesan semangat untuk Hendra dan William.

Tidak disangka, kedua pelari tersebut melakukan capaian di luar ekspektasi. Hendra Siswanto bisa melampaui jarak tersebut dengan catatan waktu 17 jam 15 menit. Itu merupakan sebuah rekor baru dalam dunia ultra marathon di Indonesia. Sementara rekannya, William dapat menyelesaikannya dalam kurun waktu 24 jam 55 menit.

SOS Children’s Villages Indonesia Gelar Kilas Balik Run to Care Cibubur-Lembang pada Agustus 2020

“Secara personal saya ingin menantang diri saya untuk meningkatkan kapasitas diri lebih dari yang saya pikirkan saya mampu. Saya awalnya berpikir tidak mungkin untuk mencapai 18 jam dengan elevasi 3.000m di acara Run to Care 2020 ini. Tetapi saya ingin memberikan yang terbaik yang saya bisa untuk SOS Children’s Villages. Bahkan, jika resikonya harus merangkak setelah berlari setengah perjalanan. Saya ingin anak-anak dapat belajar bahwa jika kita punya mimpi, kita harus bekerja keras. Terkadang logika dan pikiran kita berusaha membatasi kemampuan kita, tetapi sebenarnya kerja keras yang kita lakukan adalah satu-satunya batasan dalam diri kita,” kata Papar Hendra.

Sejalan dengan pendapat Hendra, William juga mengutarakan hal yang sama. Ia mengatakan jika awalnya ragu apakah bisa menyelesaikan tantangan rute tersebut dalam waktu 24 jam. Apalagi mengingat dalam beberapa bulan, khususnya setelah datangnya pandemi corona, hampir tidak ada perlombaan.

SOS Children’s Villages Indonesia Gelar Kilas Balik Run to Care Cibubur-Lembang pada Agustus 2020

“Namun, saya ingat, dan percaya bahwa kita melakukan ini sebagai bentuk dukungan terhadap pemulihan kehidupan 5.500 anak dan 2.300 keluarga rentan yang terdampak Covid-19. Mereka yang menjadi kekuatan saya. Saya bersyukur bisa menyelesaikan rute dalam 20 jam 55 menit di dalam batas waktu 24 jam yang menjadi tantangan kali ini,” lanjut William Lesmana.

Donasi Masih Dibuka Sampai 31 Agustus 2020

SOS Children’s Villages Indonesia Gelar Kilas Balik Run to Care Cibubur-Lembang pada Agustus 2020

Perjuangan kedua pelari tersebut dapat disaksikan selama dua hari pada 20-21 Agustus 2020 melalui live update media sosial @runtocare sebagai penyelenggara. Dan dalam momen tersebut, banyak rekan pelari lainnya memberikan dukungan dan semangat. Karena memang kegiatan tersebut tidak hanya serta merta memecahkan rekor, namu juga menggalang donasi untuk kehidupan anak-anak Indonesia lebih baik lagi di tengah pandemi donasi akan tersebut dilakukan sampai tanggal 31 Agustus 2020.

Gregor Hadi Nitihardjo sebagai National Director SOS Children’s Villages Indonesia menjelaskan jika perjuangan yang dilakukan oleh kedua pelari tersebut juga bisa menjadi sebuah pemacu semangat dan juga motivasi untuk anak-anak dibawah asuhannya jika mimpi dapat diwujudkan dengan kerja keras. Ia juga turut berbangga dan bersyukur dengan perjuangan dua pelari tersebut dan orang-orang lainnya yang terus memberikan dan menunjukkan kepeduliannya terhadap anak-anak di Indonesia.

 

Sumber dan foto: press release

Comments

Loading...