OUR NETWORK

RSCM Luncurkan Prostate Center Berbasis Teknologi Robot, Tak Perlu ke Luar Negeri!

RSCM Luncurkan Prostate Center Berbasis Teknologi Robot, Tak Perlu ke Luar Negeri!
Foto: dok. Eugenia Communications

Awal minggu ini, tepatnya pada Senin (5/8/2019), Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) merilis Pusat Pelayanan Prostat Terpadu (Prostate Center) dengan berbasis teknologi robotik. Mereka menyebutkan layanan tersebut sebagai Sistem Satu Pintu dan Teknologi Robotik Pertama di Indonesia.

Tentu saja ini menjadi kabar gembira buat mereka yang selama ini bergelut memerangi kanker prostat. Tidak hanya teknologinya saja yang dipercanggih, staf atau tenaga SDM juga memiliki kompetensi yang tinggi dalam bidangnya. Semuanya demi memberikan layanan yang prima dan bermutu kepada pasien.

Sementara itu, sistem satu pintu yang diterapkan juga mempercepat penanganan terhadap pasien.

Mulai dari pemeriksaan awal sampai dengan diagnosa, pasien akan mendapatkannya dengan lebih cekatan. Direktur Utama RSCM, dr. Lies Dina Liastuti, dalam press release menyebutkan jika layanan berbasis robotik ini juga ada di beberapa negara tetangga.

RSCM Luncurkan Prostate Center Berbasis Teknologi Robot, Tak Perlu ke Luar Negeri!
dr. Lies Dina Liastuti, SpJP(K), MARS, FIHA, Direktur Utama RSCM. Foto: dok. Eugenia Communications

“Layanan yang serupa sebelumnya sudah terdapat di berbagai negara di antaranya adalah Singapura, Malaysia, dan Australia. Saat ini sebanyak 13 staf dokter dari Departemen Urologi akan terlibat dalam Prostate Center. Di dalam Prostate Center ini juga terdapat tim multidisiplin Uro-Onkologi yang melibatkan berbagai departemen seperti Radiologi, Patologi Anatomi, Onkologi Medik Penyakit Dalam, Radioterapi, dan Departemen lain. Pelayanan ini diharapkan mendorong peningkatan layanan yang komprehensif dalam program deteksi dini kasus-kasus kanker prostat di Indonesia,” paparnya.

Baca juga: RS Atma Jaya Luncurkan Paviliun Bonaventura di Pluit

Peningkatan layanan RSCM ini juga tidak terlepas dari peningkatan komitmen dalam pengembangan inovasi layanan kesehatan di usianya yang ke-100 tahun. Tidak hanya itu saja, diharapkan ke depannya masyarakat Indonesia sudah tidak perlu ke luar negeri lagi untuk pengobatan prostat.

Sebagai informasi, kanker prostat menempati urutan ke 2 kanker yang banyak diderita oleh para pria, di bawah kanker paru. Dan ia menempati urutan ke-4 di seluruh dunia yang banyak diderita. Sementara di Indonesia sendiri, kanker jenis ini menempati urutan ke-4 dengan jumlah penderita yang cukup fantastis. Maka dari itulah, sangat perlu deteksi dini dan alat yang lebih canggih lagi supaya penanganannya lebih mudah. 

Comments

Loading...