OUR NETWORK

No Rice Diet: 5 Sumber Karbohidrat Pengganti Nasi

Bagi ladies yang sedang menjalani program diet untuk mengganti gaya hidup menjadi lebih sehat, atau sedang mengejar target berat badan ideal demi hari H (apapun itu hari H yang dimaksud), sebaiknya mulai memikirkan untuk mengganti makanan sumber karbohidrat. Nasi putih yang hampir selalu ladies makan di setiap jam makan bisa mengganggu usaha ladies loh. Nasi putih merupakan salah satu makanan yang mengandung indeks glikemik (GI) tinggi sehingga membuat nasi lebih mudah dan cepat dipecah menjadi gula yang akan diserap tubuh. Hal tersebut tentu saja membuat kadar glukosa darah mudah meningkat. Bukan hanya berisiko terserang diabetes, tetapi juga kolesterol tinggi dan obesitas.

Selain itu, masyarakat Indonesia semakin lama semakin ketergantungan pada nasi sehingga stoknya harus selalu tersedia dan tidak bisa bergantung pada hasil panen petani yang tidak menentu. Akibatnya, Indonesia jadi pengimpor beras terbesar di dunia. Tidak hanya membutuhkan dana besar, tetapi juga merugikan petani lokal yang menjadi terpinggirkan akibat adanya beras impor.

Pfiuh. Banyak juga ya masalah yang ditimbulkan oleh si nasi putih. Nah, untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, kita bisa mulai salah satunya dengan menggalakkan no rice diet minimal satu kali seminggu. Untuk mengganti nasi, ada 5 alternatif pangan yang bahkan lebih sehat loh. Yuk simak daftarnya berikut ini.

1. Kentang

kentang-potatoesdotcom
Via potatoes.com

Kentang hampir pasti menjadi opsi pertama sebagai bahan sumber karbohidrat penganti nasi, meskipun pada kenyataannya, kentang seringkali diolah menjadi snack kurang sehat seperti kentang goreng. Kentang memiliki kadar GI yang cukup tinggi sehingga cara pengolahan terbaiknya adalah dengan direbus. Namun nutrisi kentang tetap lebih unggul dari nasi ya ladies karena mengandung vitamin C dan cukup banyak serat. Konsumsi kentang bersama kulitnya yang juga mengandung berbagai vitamin dan serat.

2. Jagung

jagung-wisegeekdotcom
Via wisegeek.com

Sama seperti kentang, jagung pun lebih sering dijadikan snack dibandingkan menjadi pengganti nasi padahal kandungan karbohidratnya cukup tinggi dan kadar GI-nya pun rendah, hanya 55-60 saja. Kandungan lain yang terdapat pada jagung adalah antioksidan, vitamin B, serat, dan mineral. Rasa manis jagung aman dikonsumsi oleh penderita diabetes sekalipun karena berasal dari fruktosa, yaitu gula kompleks yang tidak langsung dicerna oleh tubuh. Sebelum fruktosa tercerna, biasanya sudah terbuang bersama urin sehingga tidak terserap tubuh. Pigmen warna jagung pun bermanfaat bagi kesehatan mata dan pelindung paru-paru.

3. Ubi jalar

ubi-jalar-wikipediadotcom
Via Wikipedia

Ubi jalar atau sweet potato yang belakangan sedang naik pamor ini memiliki nutrisi yang paling tinggi di kalangan sayur-sayuran. Ada tiga jenis ubi jalar, yaitu ubi putih, ubi kuning/merah, dan ubi ungu. Dari ketiga ubi tersebut, ubi ungu lah yang memiliki kandungan antioksidan yang paling komplit. Namun umumnya ubi jalar memiki kadar GI yang rendah yaitu 54, kandungan vitamin A yang hampir dua kali lipat dari yang disarankan dikonsumsi setiap hari, dan kandungan vitamin C yang mencukupi 60% kebutuhan harian tubuh. Ubi jalar mudah dicerna tubuh, mampu mencegah sembelit, dan cocok bagi ladies yang sedang menjaga berat bedan.

4. Singkong

singkong-nationwideradiojmdotcom
Via nationwideradiojm.com

Singkong merupakan sumber karbohidrat kompleks dengan kadar GI yang rendah, yaitu di bawah 55. Kandungan singkong yang kaya akan serat dapat menurunkan kadar kolesterol jahat, dan trigliserida. Singkong juga diyakini dapat mengobati dehidrasi, kelelahan, dan sepsis (infeksi darah) meskipun belum terbukti secara klinis. Pastikan ladies benar-benar membersihkan singkong dengan baik karena singkong mengandung sianida. Namun jangan khawatir, singkong biasa yang dikonsumsi umumnya hanya memiliki sedikit kadar sianida yang akan semakin berkurang dengan pengolahan yang benar. Sementara singkong yang beracun biasanya tangkai daunnya berwarna sangat merah, dan kulit ubinya, saat dikupas juga berwarna merah.

5. Talas

talas-tribunnewsdotcom
Via tribunnews.com

Panganan yang menjadi panganan khas Bogor ini pun memiliki kadar GI 54 seperti ubi jalar. Kandungan terbesar dalam talas adalah karbohidrat dan protein. Kandungan protein talas bahkan lebih tinggi dari singkong dan ubi jalar loh ladies. Selain itu, talas mudah dicerna karena komponen karbohidratnya berupa pati. Konsumsi rutin talas dapat mencegah risiko gangguan jantung dan tekanan darah tinggi.

Ada yang harus diperhatikan saat mengolah keenam bahan di atas ya, ladies. Sebaiknya ladies tidak melibatkan banyak minyak dalam proses pengolahan, artinya ladies hanya boleh merebus, mengukus, atau memanggang keenam bahan masakan di atas. Membakar juga tidak disarankan sering-sering karena makanan akan mengenai api secara langsung. Makanan yang terbakar terbukti tidak baik untuk kesehatan karena telah terpapar partikel berbahaya dari arang dan bersifat karsinogenik.

Sumber: Vemale, Halo Sehat, Detik

Comments

Loading...