OUR NETWORK

Mengenal Penyebab, Gejala, dan Jenis Kanker Kulit

Mengenal Penyebab, Gejala, dan Jenis Kanker Kulit

Kanker adalah salah satu penyakit paling mematikan dan menakutkan. Kanker dapat menyerang berbagai bagian dan organ tubuh, termasuk kulit. Mungkin Ladies sudah pernah mendengar penyakit kanker kulit. Namun, bagaimana sih gejala, penyebab, serta kanker kulit? Untuk lebih lengkapnya, yuk simak ulasan singkatnya di bawah ini.

Baca juga: 3D Jelly Cakes Membantu Wanita Ini Melalui Masa Berat Pengobatan Kanker Payudaranya

3D Jelly Cakes Membantu Wanita Ini Melalui Masa Berat Pengobatan Kanker Payudaranya

Apa itu kanker kulit?

Kanker kulit adalah kondisi kelainan pada sel kulit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal pada kulit. Kanker kulit umumnya terjadi pada bagian kulit yang sering terpapar sinar matahari. Namun, bukan tidak mungkin kanker ini akan menyerang bagian yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Penyebab kanker kulit

Kanker kulit umumnya disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet yang memicu kerusakan DNA pada jaringan kulit. Sumber utama sinar ultraviolet adalah sinar matahari, tetap ada juga sinar ultraviolet buatan seperti lampu UV dan tanning bed. Sinar ultraviolet terbagi menjadi tiga jenis, yaitu Ultraviolet A (UVA), Ultraviolet B (UVB), dan Ultraviolet C (UVC). Sinar UVC adalah sinar ultraviolet yang paling berbahaya bagi kulit, tetapi biasanya sinar ini sudah terserap oleh atmosfer sebelum mencapai tanah.

Kanker kulit menyerang siapapun tanpa mengenal ras, usia, serta jenis kelamin. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker kulit pada seseorang, antara lain:

1. Memiliki kulit putih.

Kulit yang berwarna terang umumnya memiliki melanin yang lebih rendah daripada kulit gelap. Melanin adalah pigmen yang diproduksi oleh sel melanosit. Melanin berfungsi sebagai pelindung kulit dari efek sinar UV. Oleh sebab itu, orang dengan kulit gelap biasanya memiliki ketahanan kulit lebih tinggi daripada orang yang memiliki kulit terang.

2. Memiliki tahi lalat.

Meskipun sering dianggap pemanis, Ladies harus berhati-hati apabila tubuh Ladies tiba-tiba dipenuhi tahi lalat. Penelitian membuktikan bahwa orang yang memiliki banyak tahi lalat atau memiliki tahi lalat berukuran abnormal lebih berisiko terkena kanker kulit. Apabila tubuh Ladies ditumbuhi tahi lalat yang terus membesar, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter ya.

3. Melanoma.

Kanker memang menyerang tanpa pandang buluh, tetapi orang berusia lanjut ternyata berisiko lebih tinggi terkena kanker kulit dibandingkan dengan anak-anak atau remaja.

4. Pernah mengalami sunburn.

Jangan sepelekan sunburn atau kondiri kulit yang terbakar sinar matahari. Kulit yang melepuh akibat paparan sinar matahari dapat meningkatkan risiko kanker kulit. Terutama bila sunburn tersebut dialami saat anak-anak atau remaja.

5. Actinic keratosis.

Apabila setelah terpapar sinar matahari kulit akan dengan mudah mengalami bercak-bercak berupa penebalan kulit yang bersisik pada daerah tangan, wajah, dan kepala, berhati-hatilah Ladies. Kondisi tersebut adalah actinic keratosis yang merupakan kondisi prankanker.

6. Riwayat kanker kulit.

Apabila Ladies pernah mengalami kanker kulit tetapi berhasil sembuh, teruslah waspada dan rawatlah kulit dengan baik. Ada kemungkinan kanker akan kembali menyerang.

7. Genetik.

Memang tidak selalu, tetapi kanker dapat ‘diturunkan’ melalui gen. Jadi apabila ada saudara atau orang tua Ladies yang pernah menderita kanker kulit, Ladies pun berisiko tinggi terkena kanker serupa.

8. Pelemahan sistem kekebalan tubuh.

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah rentan terkena penyakit apapun, termasuk kanker kulit. Selain itu, penderita HIV/AIDS, orang yang mengonsumsi obat imunisupresan, serta penderima trasplantasi organ pun berisiko tinggi terkna kanker kulit.

9. Terapi radiasi.

Terapi radiasi biasanya dilakukan pada penderita eksim atau jerawat. Sayangnya terapi ini memiliki efek samping peningkatan risiko kanker, terutama kanker sel basal.

10. Paparan zat kimia tertentu.

Beberapa bahan kimia tertentu, seperti arsenik, bersifat karsinogenik alias memicu kanker. Paparan zat kimia tersebut pada kulit dapat meningkatkan risiko kanker kulit.

Gejala dan jenis kanker kulit

Gejala-gejala kanker kulit biasanya bergantung pada jenisnya. Namun secara umum, berikut adalah gejala dari kanker kulit:

1. Karsinoma Sel Basal (BCC).

BCC umumnya menyerang daerah kulit yang sering terkena sinar matahari seperti leher atau wajah. Gejala kanker sel basal di antaranya adalah:

  • Benjolan lunak dan mengilat pada kulit.
  • Lesi berbentuk datar pada kulit berwarna cokelat gelap atau cokelat kemerahan seperti daging. Lesi adalah istilah di dunia kedokteran untuk merujuk pada kerusakan atau kondisi abnormal jaringan di dalam tubuh.

2. Karsinoma Sel Skuamosa (SCC).

Seperti halnya BCC, SCC juga pada biasanya menyerang kulit yang sering terkena sinar matahari. Namun pada orang berkulit gelap, kanker sel skuamosa sering terjadi pada kulit di bagian tubuh yang jarang terkena sinar matahari. Gejala SCC secara umum adalah sebagai berikut.

  • Benjolan merah keras pada kulit.
  • Lesi pada kulit yang berbentuk datar dan bersisik keras seperti kerak.

3. Melanoma.

Melanoma dapat tumbuh di bagian kulit manapun, baik di kulit normal atau pada tahi lalat yang sudah ada yang berubah menjadi ganas. Melanoma muncul di tempat berbeda tergantung jenis kelaminnya. Pada penderita laki-laki, kanker melanoma biasanya muncul pada wajah dan badan. Sementara itu, pada penderita perempuan, melanoma lebih sering muncul di tungkai bawah. Namun, kesamaannya, baik pada laki-laki maupun perempuan, melanoma dapat muncul di bagian kulit yang tidak terkena sinar matahari. Melanoma adalah jenis kanker yang dapat menyerang siapa saja tidak peduli warna kulitnya. Pada penderita berkulit gelap, melanoma umumnya terjadi pada telapak tangan atau kaki, dan bagian bawah jari tangan atau kaki. Berikut adalah gejala umum dari melanoma:

  • Benjolan berwarna cokelat berbintik-bintik hitam.
  • Tahi lalat yang mengalami perubahan warna dan ukuran atau mengeluarkan darah.
  • Munculnya lesi kecil pada kulit dengan tepi yang tidak beraturan, atau lesi berwarna merah, putih, biru, serta biru kehitaman.
  • Munculnya lesi berwarna gelap pada telapak tangan, telapak kaki, ujung jari tangan atau kaki.
  • Munculnya lesi berwarna gelap pada membran mukosa di dalam mulut, hidung, vagina, atau anus.

Baca juga: 7 Gejala Kanker Payudara yang Kerap Terabaikan

7 Gejala Kanker Payudara yang Kerap Terabaikan

Lalu bagaimana sih mengetahui perbedaan antara melanoma dengan tahi lalat biasa? Yuk simak panduan ABCDE-nya, Ladies.

  • Bentuk melanoma umumnya asimetris jika dibandingkan dengan tahi lalat biasa.
  • Border (pinggiran). Pinggiran melanoma umunya berlekuk-lekuk, bukan berbentuk bulat seperti tahi lalat normal.
  • Color (warna). Warna melanoma merupakan gabungan dari dua warna atau lebih.
  • Diameter melanoma umumnya lebih dari 6 mm.
  • Enlargement (pembesaran). Melanoma akan membesar dari waktu ke waktu.

Jadi, kalau kamu mengalami gejala-gejala seperti di atas, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter ya, Ladies.

Sumber: AloDokter, Foto cover: pixabay.com

Comments

Loading...