OUR NETWORK

Living Coral Menjadi Pilihan Pantone Color of the Year 2019

Living Coral Menjadi Pilihan Pantone Color of the Year 2019
Foto: dezeen.com

Pantone adalah sebuah perusahaan yang bermarkas di New Jersey dan terkenal dengan Pantone Matching System mereka. Sistem ini mereka mengklasifikasi dan memberi kode untuk setiap shade warna. Dengan begitu, memudahkan berbagai industri agar warna yang dipakai ‘seragam’. Misalnya untuk industri cetak, dan merambah juga ke industri cat dan bahan (fabric). Setiap tahunnya, sejak tahun 2000, Pantone Color Institute akan memilih satu warna menjadi Color of the Year. Dan kali ini warna yang dipilih adalah Living Coral.

Melalui situs mereka, Executive Director dari Pantone Color Institue, Leatrice Eiseman menjelaskan mengapa mereka memilih warna ini. ““Warna adalah lensa penyeimbang yang melaluinya kita mengalami realitas digital dan alam kita dan ini terutama berlaku untuk Living Coral. Dengan konsumen yang mendambakan interaksi manusia dan koneksi sosial, kualitas yang memanusiakan dan menggembirakan yang ditampilkan oleh Pantone Living Coral yang ramah mengenai kunci yang responsif.”

Pemilihan warna Living Coral yang “cerah sekaligus mellow” ini juga dinilai cocok banget dengan keadaan saat ini.

Living Coral Menjadi Pilihan Pantone Color of the Year 2019
Foto: latestly.com

Selama dekade terakhir, warna-warna yang sangat cerah mendominasi. Sementara Living Coral dinilai sebagai warna yang vivid, tapi tidak overpowering. Di alam, terumbu karang menjadi tempat berlindung bagi makhluk lainnya di dasar laut. Dengan berbagai pemberitaan yang bikin sedih tiap harinya, warna ini diharapkan bisa jadi penyemangat, Ladies.

Baca juga: Outside In, Hasil Kolaborasi Airbnb dan Pantone yang Menyejukkan

Sayangnya, nggak sedikit yang mengkritik pemberian nama untuk Color of the Year 2019 ini. Pasalnya, pemanasan global sudah membuat terumbu karang di berbagai samudra di dunia berubah warna (coral bleaching). Karena temperatur air laut yang semakin tinggi, terumbu karang ‘mengusir’ alga yang menempel pada mereka dan memberi warna. Mengutip dari Delaware Online, terumbu karang memang masih mungkin diselamatkan. Namun, perubahan warna ini membuat mereka stres dan memangkas waktu hidup mereka. Apalagi alga yang menempel pada mereka juga menyediakan 90% energi mereka. Jadi, tanpa alga yang ada, terumbu karang akan kelaparan. Pada tahun 2017, Unesco melaporkan bahwa coral bleaching sudah berdampak pada 72% terumbu karang yang masuk ke dalam daftar World Heritage.

Semoga pemilihan nama Living Color dari Pantone Color of the Year untuk tahun 2019 ini bisa sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai nasib terumbu karang yang sebenarnya ya, Ladies.

 

Sumber: Delaware Online, Vogue

Comments