Nasi adalah makanan pokok orang Indonesia. Bahkan, meski sudah makan sepiring penuh mie goreng belum disebut makan jika tak disanding dengan sepiring nasi. Sebagai pengenyang karena mengandung karbohidrat, nasi hampir selalu menemani tiga kali waktu makan orang Indonesia. Dalam 100 gram nasi terkandung kalori sebanyak 129 kKal, lemak 0,28 gram, karbohidrat 27,9 gram, dan protein sebanyak 2,66 gram. Karbohidrat yang terdapat dalam nasi berfungsi sebagai sumber energi utama untuk beraktivitas.

Setiap tahun, persentase konsumsi nasi Indonesia makin meningkat. Pada tahun 2006 saja, survey menyebutkan sebanyak 78% angka yang mewakilkan persentase ketergantungan nasi masyarakat Indonesia. Angka tersebut terbilang sangat tinggi. Tingkat konsumsi nasi Indonesia bahkan termasuk tertinggi di dunia loh, Ladies. Itulah sebabnya risiko penyakit diabetes orang Indonesia makin meningkat.

Selain risiko penyakit diabetes,berikut ini hal buruk yang mungkin terjadi ketika seseorang terlalu banyak mengonsumsi nasi.

Obesitas

Bahaya utama selain diabetes yang akan mengintai pecinta nasi adalah obesitas. Obesitas adalah keadaan di mana tubuh terlalu banyak menimbun lemak. Keadaan ini tentunya bisa memancing penyakit lain berdatangan, seperti jantung, stroke, bahkan kanker. Yang perlu dicatat, Indonesia masuk dalam daftar penderita obesitas terbanyak di seluruh dunia. Selain tak sehat, obesitas juga sangat berpengaruh pada kehidupan seseorang baik pribadi maupun sosial.

Diabetes

Nasi mengandung gula yang tinggi, apalagi nasi putih yang biasa Ladies konsumsi bersama lauk ayam atau ikan. Terlalu banyak mengonsumsi nasi akan meningkatkan gula dalam darah yang bisa berujung pada diabetes. Diabetes tipe yang disebabkan karena rusaknya sel-sel reseptor insulin tak mampu ditangkal oleh magnesium yang terdapat pada nasi karena kandungannya yang tak seberapa.

Kekurangan vitamin & serat

Nasi sangat minim kandungan nutrisinya. Kulit beras yang terbuang saat proses penggilingan rupanya merupakan sumber serat dan banyak mengandung protein dan mineral lainnya. Itulah sebabnya nasi hanya mengandung karbohidrat, gula, lemak, dan sedikit protein saja. Nasi sebagai makanan utama dimakan dalam jumlah paling banyak dibanding lauk atau sayuran. Tak jarang, meskipun makan nasi orang tetap tergolong malnutrisi karena kurangnya vitamin. Serat yang terkandung dalam nasi putih pun tak bisa mencukupi kebutuhan serat harian. Jadi, walaupun nasi putih mengandung serat, masih ada kemungkinan kamu terkena konstipasi.

Nah Ladies, sudah tahu kan apa yang akan terjadi jika kita terlalu banyak mengonsumsi nasi? Sebagai alternatifnya, Ladies bisa mengganti sumber karbohidrat nasi dengan kentang yang mengandung lebih sedikit gula atau gandum. Atau, Ladies bisa mulai mengurangi sedikit demi sedikit konsumsi nasi. Jika takut tak kenyang, perbanyaklah makan protein dan sayur-sayuran agar tubuh lebih sehat. Seringnya, perasaan tak kenyang itu datang dari mata yang ‘lapar’… Setuju nggak?

Sumber: Livestrong, Foto cover: Tribunnews

Komentar Kamu
Loading...